Minggu, 19 Desember 2010

Teori Perbandingan Politik


PENGANTAR
Perbedaan Ideologi Politik antara Dunia Barat, Dunia Islam dan Komunis sangat jauh dan bertolak belakang, sehingga sering kali dalam perjalanan hubungan diplomasi antara negara-negara yang berbeda pandangan politik ini diwarnai oleh berbagai macam bentuk perselisihan dan konflik secara verbal dan sosial. Perbedaan Ideologi ini dipengaruhi oleh berbagai macam hal, salah satunya adalah budaya dalam menentukan jalan politik masing-masing negara sesuai dengan perkembangannya.
Budaya Politik tersebut menentukan alur ideologi dan perspektif masing-masing negara sebaliknya juga Ideologi menentukan Budaya berpolitik suatu Negara. Konflik yang terjadi antara negara-negara berbeda sudut pandang ideologi ini sama dengan perbedaan melihat kaca cermin cembung dari berbagai sudt, sehingga yang tampak antara sudut yang satu dengan yang lain sangat berbeda, artinya dalam pandangan masing-masing ideologi tidak ada yang 100% benar dan 100% salah, karena salah atau benar tergantung kita melihat dari sudut pandang apa, liberal, komunis, sosiali, dan lain sebagainya.
Muh. Subahagio (Penulis dan Pengamat Politik Internasional)
Kompas, 23 Desember 2000; Public Opinion.


PEMBAHASAN
Budaya Politik Adalah Pelaksanaan Ideologi Politik Suatu Negara, dengan menggabungkan berbagai macam aspek sosial didalamnya, sehingga dapat diyakini dan dirasakan kebenarannya oleh banyak orang. Contoh Budaya Politik adalah Elitisme, Otoritarianisme, Hirarkisme, Patrimonialisme, Militerisme, Sosial demokratisme, Marxisme, Liberal democracy, Catholisism (Religion) dan lain sebagainya.
  1. JENIS BUDAYA POLITIK
  1. Liberal Democracy
Konsep Budaya Politik Berikut adalah Budaya Politik yang menerapkan Ideologi Liberal dengan sistem Demokrasi. Sehingga diyakini oleh penganutnya lebih Transparansi dan dapat dipercaya. Demokrasi liberal (atau demokrasi konstitusional) adalah sistem politik yang melindungi secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah. Dalam demokrasi liberal, keputusan-keputusan mayoritas (dari proses perwakilan atau langsung) diberlakukan pada sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintah yang tunduk pada pembatasan-pembatasan agar keputusan pemerintah tidak melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti tercantum dalam konstitusi.
Demokrasi liberal pertama kali dikemukakan pada Abad Pencerahan oleh penggagas teori kontrak sosial seperti Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean-Jacques Rousseau. Semasa Perang Dingin, istilah demokrasi liberal bertolak belakang dengan komunisme ala Republik Rakyat. Pada zaman sekarang demokrasi konstitusional umumnya dibanding-bandingkan dengan demokrasi langsung atau demokrasi partisipasi.
Demokrasi liberal dipakai untuk menjelaskan sistem politik dan demokrasi barat di Amerika Serikat, Britania Raya, Kanada. Konstitusi yang dipakai dapat berupa republik (Amerika Serikat, India, Perancis) atau monarki konstitusional (Britania Raya, Spanyol). Demokrasi liberal dipakai oleh negara yang menganut sistem presidensial (Amerika Serikat), sistem parlementer (sistem Westminster: Britania Raya dan Negara-Negara Persemakmuran) atau sistem semipresidensial (Perancis).
Negara yang menerapkan system ini sangat Liberal dalam menentukan arah perkembangan Negaranya dan sangat Demokrasi dalam menentukan keputusan bagi negaranya.

Max Webber ; ”Problem dan Prospek Demokrasi”, terj. Rahmani Astuti, Bandung: Penerbit Mizan, 1999; VI


Contoh Negara :
Amerika Serikat (United States of America)

  1. Sosial Demokratisme
Sosial Demokrasi merupakan budaya Politik yang hampir sama dengan Liberal Demokasi, tetapi perbedaannya, adalah pengaturan dan penerapannya dalam kehidupan berpolitik lebih menyentuh aspek-aspek sosial sehingga penganut aliaran ini menyatakan diri sebagai negara sosial dengan berbagai tujuan sosial pula.
Sosial Demokrasi diluncurkan sebagai sebuah budaya dalam berpoltik yang menjadi paham alur ideologi pada pertengahan Abad ke-11 dimana kondisi konflik dan perselisihan antar penguasa, pemimpin atau raja sering terjadi dan tidak jarang memakan korban jiwa. Sehingga pada masa mesieval ini, tiap pemimpin atau raja membutuhkan kepercayaan dari masyarakat dengan system demokrasi dan kebebasan tanpa mengabaikan hal-hal atau tujuan utama Negara.
Negara-Negara yang menganut sistem budaya ini biasanya adalah negara-negara dunia ketiga atau negara-negara berkembang dan, seperti Iran, China (dalam masa peralihan), Afrika Selatan, Mesir, Turki. Biasanya negara ini dulunya memiliki bagian sejarah kerajaan besar.

Contoh Negara :
Republik Islam Iran (Jomhūrī-ye Eslāmī-ye Īrān)
Iran adalah sebuah negara Timur Tengah yang terletak di Asia Barat Daya. Meski di dalam negeri, negara ini telah dikenal sebagai Iran sejak zaman kuno, hingga tahun 1935 Iran masih dipanggil Persia di dunia Barat. Pada tahun 1959, Mohammad Reza Shah Pahlavi mengumumkan bahwa kedua istilah tersebut boleh digunakan. Nama Iran adalah sebuah kognat perkataan "Arya" yang berarti "Tanah Bangsa Arya".
Iran berbatasan dengan Azerbaijan (500 km) dan Armenia (35 km) di barat laut dan Laut Kaspia di utara, Turkmenistan (1000 km) di timur laut, Pakistan (909 km) dan Afganistan (936 km) di timur, Turki (500 km) dan Irak (1.458 km) di barat, dan perairan Teluk Persia dan Teluk Oman di selatan.
Budaya Islam yang kuat pada negara ini menyebabkan Negara ini sering mengalami konflik dengan negara-negara barat khusunya amerika dan sekutunya, terlebih sejak tahun 2005 pada saat Iran melakukan uji coba nuklir di kawasan Asia Barat dan Teluk Persia. Konflik yang terjadi sedikit menggeser paradigma sosial Iran menjadi Semi –Militerisme.
Budaya Politik Sosial Demokrasi yang di usung Iran sangat keras karena terdapat unsure militer yang keras didalamnya, tetapi sangat Demokrasi pada dasarnya, sehingga dalam konstitusinya Iran sangat kuat dan sulit untuk dijatuhkan atau di kudeta oleh negara atau kelompok lain.
Budaya Politik yang diterapkan Iran membuat Iran mengalami permasalhan Sosial dalam menjalin hubungan bilateral dan multilateral, khususnya dengan negara-negara barat, hal tersebut disebabkan oleh budaya Politik yang menjadi Ideologi Bangsa Iran berkembang kearah Militerisasi.
Politik Sosial Demokrasi Iran merupakan salah satu Politik Sosial demokrasi Militer paling kuat didunia karena Budaya Politik Iran merupakan Budaya Politik yang paling tertua semenjak zaman Kerajaan Persia, yang pada waktu itu hampir menguasai dunia.
Konsistensi Berbudaya dalam Politik ini dipegang teguh Iran karena Bangsa ini sangat mengjormati budaya dan sejarah, yaitu budaya dan sejarah Islam. Kekuatan Agama juga memegang peranan penting dalam melakukan dan mempertahankan budaya politik, tidak heran jika rakyat Iran yang hampir 98% beragama Muslim dan taat terus memegang teguh ajaran-ajaran agama yang terkandung dalam sIstem Sosial Demokrasi Iran.
Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern: Penerbit Mizan, 2001
Wikipedia bahasa Indonesia, Republik Islam Iran. Update 19 April 2010

  1. PEMBANDINGAN
Masing-masing Budaya Politik memiliki Perbedaan, hal tersebut disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari perbedaan latar belakang sejarah, budaya bangsa, perkembangan pola pikir dan perilaku sosial masyarakatnya sampai dengan perilaku politik yang disebabkan kekuasaan dari dalam maupun luar negeri.
Antara Budaya Politik Liberal Demokrasi dan Sosial Demokratis memiliki kesamaan dan perbedaan dalam penerapannya baik secara konseptual maupun secara procedural.
Budaya Politik Liberal demokrasi dan Sosial Demokrasi memiliki kesamaan yaitu :
  1. Pemilihan Kekuasaan ditetapkan secara terbuka dan demokratis
  2. Sistem Pemerintahan Berdasarkan Penerapan Ideologi Negera masing-masing
  3. Memiliki kedudukan dan jabatan dalam sistem proseduralnya
  4. Konstitusi Negara cenderung Kuat
Perbedaan Budaya Politik Liberal demokrasi dan Sosial Demokrasi :
  1. Proses mencapai Tujuan Negara (Masyarakat dan pemerintahan)
  2. Sistem Pemerintahan Negara
  3. Basis Peraturan dan Undang-Undang Negara
  4. Dasar Pedoman Konseptual Politik Negara
Contoh kasus :
Amerika - Iran :
Amerika dan Iran merupakan Negara dengan system Pemerintahan yang Demokrasi, tetapi dalam penentuan dan proses pencapaian tujuan negara, antara Amerika dan Iran memiliki perbedaan. Amerika lebih bersifat Liberal karena seluruh keputusan Negara ikut ditentukan oleh masyarakatnya dengan dasar peraturan Liberal, sedangkan Iran dalam menentukan tujuan negaranya menganut system dasar agama yang berbasis kepada syariat Islam.
Cody, Michael J. ed.(1994). Communication of Social and Liberal. Philadelphia multilingual matters. Terj Affriansyah 1999
Weinrich-Nendra K. (1998). Hands-on Social Approve. Thousand Oak; sage Public. Terj. Laman Wikipedia Indonesia

PENUTUP
Kesimpulan
Pandangan dan Periaku Politik dalam Budayanya dapat membentuk Ideologi suatu Negara. Perbedaan yang terjadi dalam Budaya Politik masing-masing negara dapat disebabkan dan dibentuk oleh berbagai hal tergantung penyebab dan latar belakang sejarah berdirinya Negara dan proses perkembangan Politik dan hal-hal lain yang dapat mempengaruhinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar