Senin, 20 Desember 2010

Pemetaan Konflik


BAB ILATAR BELAKANG
1. Pemetaan Konflik (Conflict Maping)Pemetaan konflik merupakan salah satu teknik lanjutan untuk mengetahui lebih dalam tentang situasi konflik yang terjadi dalam masyarakat dengan menggambarkan profil secarasederhana dan mudah dipahami. Pemetaan konflik merupakan bagian penting dalam menelusuri informasi dan mengenal dinamika konflik yang terjadi di masyarakat. Sebuah konflik muncul tidak berdiri sendiri tetapi banyak variabel yang mempengaruhinya baik itu hubungan, nilai-nilai, kelembagaan, kebutuhan, perkembangan sebuah komunitas, sumber daya, kebijakan dan kepentingan politik. Kegiatan pemetaan konflik dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat dalam menggali informasi dan data geografis, peristiwa dan hubungan pemangku kepentingan sebagai bahan dalam merumuskan profil konflik yang terjadi dalam masyarakat. Dengan peta konflik akan terlihat dengan jelas rentetan peristiwa atau sejarah terjadinya konflik, konteks, wilayah geografis, sumber daya alam, isu-isu internal dan eksternal serta dinamika konflik dalam suatu wilayah tertentu. Pada umumnya, pembuatan peta konflik menggunakan teknik visualisasi grafis baik dengan sketsa, gambar, foto atau simbol-simbol lain yang menjelaskan hubungan antara isu, masalah, kelembagaan, situasi konflik yang terjadi dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Peta konflik biasanya digunakan untuk berbagai situasi baik pada saat sebelum konflik, intensitas laten, konflik terbuka atau situasi pasca konflik.
2. Afghanistan Republik Islam Afganistan adalah sebuah negara di Asia Tengah. Republik Islam Afganistan kadang-kadang digolongkan sebagai bagian dari Asia Selatan atau Timur Tengah karena kedekatannya dengan Plato Iran. Afganistan berbatasan dengan Iran di sebelah barat, Pakistan di selatan dan timur, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan di utara, dan Republik Rakyat Cina di ujung timur. Afganistan juga berbatasan dengan Kashmir, wilayah yang dipersengketakan oleh India dan Pakistan. Kini, sebuah pemerintahan sementara telah didirikan. Diketuai oleh presiden Hamid Karzai, kebanyakan anggotanya dari Aliansi Utara, dan campuran dari daerah dan kelompok etnis lainnya yang terbentuk dari pemerintahan transisi oleh Loya jirga (Dewan Agung). Mantan raja Zahir Shah yang kembali ke negeri, namun tak dikembalikan lagi sebagai raja dan hanya menjalankan kekuatan seremonial terbatas.
EkonomiAfghanistan ialah sebuah negara yang relatif miskin, sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau keras dengan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah. Menyusul perang koalisi yang dipimpin AS yang menimbulkan jatuhnya Taliban pada November 2001 dan pembentukan Otoritas Interim Afganistan (AIA) yang diakibatkan dari Persetujuan Bonn Desember 2001, usaha Internasional untuk membangun kembali Afganistan ditujukan di Konferensi Donor Tokyo untuk Rekonstruksi Afganistan pada Januari 2002, di mana $4,5 juta dikumpulkan untuk dana perwalian yang akan diatur oleh Bank Dunia. Wilayah prioritas untuk rekonstruksi termasuk konstruksi pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas administratif, perkembangan sektor pertanian, dan pembangunan kembali jalan, energi, dan jaringan telekomunikasi.
GeografiAfghanistan ialah negeri yang bergunung-gunung, walau ada dataran di utara dan barat daya. Titik tertinggi di Afghanistan, Nowshak, ialah 7485 m dpl. Bagian besar negara ini kering, dan pasokan air bersih terbatas. Afghanistan memiliki iklim tanah, dengan musim panas yang panas dan musim salju yang dingin. Negara ini sering menjadi pusat gempa bumi.
DemografiAfghanistan merupakan tempat dari sejumlah suku. Namun karena belum adanya pencacah jiwaan yang memadai, sehingga tidak diketahui pasti kondisi sebenarnya. Dan yang tersedia sekarang hanya berdasarkan perkiraan belaka. Berdasarkan catatan dari CIA World FactBook demografi suku di Afghanistan adalah sebagai berikut : Pashto 42%, terpusat di bagian timur dan selatan Afghanistan; Tajik 27% berpusat di bagian utara dan Kabul; Hazara 9% berpusat di Afghanistan tengah termasuk Bamiyan; Uzbek 9%; Aimak4%; Turkmen 3%; Baluchi 2% dan sisanya 4% yang Mencius Wakhidan Kyrgyz. Menurut agama orang Afganistan kebanyakan adalah Muslim Sunni (80%), Muslim Syi'ah (19%), dan lainnya (1%).PendidikanDi Tahun 2003, diperkirakan bahwa 30% dari 7.000 sekolah Afganistan telah rusak parah selama lebih dari 2 dasawarsa pendudukan Uni Soviet, perang saudara dan penguasaan Taliban. Hanya setengah dari sekolah itu dilaporkan memiliki air bersih, dengan kurang dari 40% yang diperkirakan memiliki sanitasi yang cukup. Pendidikan untuk anak lelaki bukanlah prioritas selama masa Taliban, dan anak perempuan dibuang dari sekolah.Sampai 4 juta anak Afganistan, kemungkinan jumlah terbesar, dipercaya telah telah mendaftar untuk kelas untuk tahun-tahun sekolah yang mulai pada Maret 2003. Tingkat buta huruf keseluruhan penduduk diperkirakan 64%.
Latar Belakang Konflika. Faktor-faktor yang mempengaruhi Konfliki. Aktor• Aktor Primera. Suku- Suku di AfghanistanAfghanistan memiliki Suku-Suku yang berbeda (Heterogen). Suku-Suku tersebut berdiri sesuai dengan wilayah sendiri-sendiri, tetapi penyebaran yang terjadi menjadi tidak seimbang saat penyebaran suku bertabrakan dengan pembagian wilayah atau provinsi masing-masing daerah. Hal tersebut menyebabkan banyak gesekan yang terjadi antar Suku dan seringkali menyebabkan peperangan secara terbuka. Pengaruh Politik juga mengambil alih peranan dalam konflik suku ini, karena kekuasaan menjadi latar belakang utama dalam konflik ini.
b. Al-QaedaAl-Qaeda (القاعدة,) adalah suatu organisasi paramiliter fundamentalis Islam Sunni yang salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi pengaruh luar terhadap kepentingan Islam. Al-Qaeda digolongkan sebagai organisasi teroris internasional oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, PBB, Britania Raya, Kanada, Australia, dan beberapa negara lain. Walaupun secara filosofis anggotanya bersifat heterogen, sebagian besar anggota berpengaruh dari organisasi ini dianggap mengikuti manhaj Salafi (ajaran islam sunni).
c. TalibanGerakan Taliban, atau Taleban (طالبان طالب )adalah gerakan nasionalis Islam Sunni pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001. Taliban adalah Mahasiswa yang berada di Afghanistan dan Pakistan yang membentuk kelompok hasil didikan Mujahidin-mujahidin Afghanistan. Cikal bakal Taliban sebenarnya sudah lama ada, tetapi gerakannya baru muncul setelah Kabul direbut tentara Mujahidin pada tanggal 25 April 1992, ketika Rejim Najibullah yang pro dan bawahan Uni Soviet berhasil disingkirkan.Ketika sampai tahun 1994 para Mujahidin di kubu Robbani dan Ahmad Syah Mas’ud berlawanan dengan kubu Hekmatyar yang perdana Mentri itu. Ketika itulah Taliban beraksi muncul di depan Publik dengan kampanye anti Korupsi, dan menegakkan syari’ah Islam, dan dikenal tegas dalam menegakkan Islam.Simpati masyarakat lebih tertuju pada Taliban yang berjanji akan menegakkan Islam apabilah mereka mau mendukungnya dalam berbagi hal termasuk pelayanan kesehatan.Pada tahun 1996 Taliban mampu menggulingkan pemerintahan presiden Robbani dan Hekmatyar dan mengatur pemerintahannya sendiri, dibawah pimpinan Mullah Umar. Kelompok ini mendapat pengakuan diplomatik hanya dari tiga negara: Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi, serta pemerintah Republik Chechnya Ichkeria yang tidak diakui dunia. Anggota-anggota paling berpengaruh dari Taliban, termasuk Mullah Mohammed Omar. pemimpin gerakan ini, adalah mullah desa (pelajar yunior agama Islam), yang sebagian besar belajar di madrasah di Pakistan. Gerakan ini terutama berasal dari Pashtun di Afganistan, serta Provinsi Perbatasan Barat Laut (North-West Frontier Province, NWFP) di Pakistan, dan juga mencakup banyak sukarelawan dari Arab, Eurasia, serta Asia Selatan. Pemerintahan Taliban digulingkan oleh Amerika Serikat karena dituduh melindungi pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden yang juga dituduh Washington mendalangi serangan terhadap menara kembar WTC, New York pada tanggal 11 September 2001. Invasi ini dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2001 dengan secara mengejutkan pihak taliban langsung keluar dari ibukota Afganistan, Kabul sehingga pihak amerika relatif cepat dan mudah menguasainya.Taliban adalah Gerakan Islam Radikal yang juga menentang pendudukan Uni Soviet dan Ideologi Komunis di Afghanistan. Taliban berdiri menjadi kelompok Politik dan Militer yang sangat kuat. Setelah Pendudukan Uni Soviet di Afghanistan runtuh, Taliban menjadi pengganti tunggal kekuasaan di Negara tersebut. Sikap tertutup dan menentang Negara-Negara Barat menjadikan kelompok ini dianggap teroris dan berbahaya.
d. Kelompok Islam MujahidinKelompok Mujahidin Afghanistan dan kelompok yang bukan Mujahidin di tahun 1990 dikenal beberapa kelompok:Kelompok Mujahidin Hizbil Islami yang dipimpin oleh Ir. Gulbudin Hekmatyar Kelompok ini dikenal Solid dan Gencar melawan Penjajah Uni soviet, merupakan kelompok terbesar di Afghanistan yang mewakili etnik Fastun di wilayah itu. Kelompok Mujahidin Jami’at al Islami yang dipimpin oleh Prof. Burhannuddin Rabbani Kelompok terbesar kedua diwilayah ini. Kelompok ini pejuang yang konsisten dalam perebut kemerdekaan dan Jihad, kelompok ini mewakili etnis Tajik. Kelompok Mujahidin Ittihadul Islami yang dipimpin oleh Prof. Abdur Rabbi ar Rasul Sayaf, kelompok ini juga memperkuat perjuangan Mujahidin Muslim Afghanistan dalam berjuang agar terbebas dari penjajah Komunis, Uni Soviet. Kelompok Syi’ah Hizb (Partai) wahdat dipimpin oleh Mujadidi Kelompok Milisi Dostum (Komunis) dipimpin oleh Jaelani Kelompok Mujahidin Hizbil Islamipimpinan Yunus Khalis. Konflik antar Kelompok Mujahidin terjadi setelah Mujahidin menguasai Kabul dan Uni Soviet meninggalkan Afghanistan, pada 25 April 1992. Justru sa’at-sa’at menentukan kemerdekaan Afghanistan terjadi konflik internal antar kelompok Mujahidin disebabkan banyak lobi dan kepentingan Internasional agar Afghanistan terbentuk seperti kelompok Internasional mau, kalau tidak dibiarkan Afghanistan kacau. Walau demikian kesepakatan sempat terwujud dengan pengangkatan Prof. Burhanuddin Robbani sebagai presiden Afghanistan dan Ir. Gulbudin Hekmateyar sebagai perdana mentrinya, sebagai suatu kesepakatan yang terbentuk berdasarkan perjanjian di Peshawar Pakistan. Setelah diangkat Robbani sebagai presiden dan Hekmateyar sebagai Perdana Mentri maka perjanjian kesepakatan berlanjut dengan perjanjian Islam abad yang menghasilkan 8 butir kesepakatan. Tapi konflik tetap berlangsung karena Hekmateyar tidak mengakui kekuasaan Robbani dalam mengatur kabinet.
e. Pemerintahan AfghanistanPemerintahan Afghanistan yang mandiri secara resmi dan diakui oleh PBB adalah pemerintahan yang terbentuk pasca invasi Amerika ke Afghanistan, dengan Presiden terpilih adalah Hamid Karzai.Pemerintahan Afghanistan sebelumnya merupakan pemerintahan yang berjalan berdasarkan campur tangan Uni Soviet dan Gerakan Radikal.
Aktor Sekundera. Amerika SerikatPada tahun 2001 Tentara Amerika Serikat menyerang kota Kabul dan kota itu hancur lebur dengan tuduhan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Ladin disembunyikan oleh Taliban.Osama bin Ladin dan Mullah Umar tidak pernah ditemukan oleh Amerika Serikat pada pertempuran tersebut.Suatu pemerintahan presedium dibentuk oleh Amerika Serikat. Dalam presidium itu kelompok Mujahidin dan Taliban tidak diikut sertakan. Yang hadir dalam presidium itu adalah Amerika Serikat dan Sekutunya, kelompok Syi’ah, kelompok Komunis dan Sosialis. Dengan penjagaan yang ketat oleh tentara Amerika Serikat dan Sekutu presiden terpilih menuai protes, melakasanakan tugasnya, walau tanpa dukungan.Kini negara-negara Internasional terutama sekutu Amerika Serikat berupaya memformat Afghanistan sesuai dengan bentuk dalam Konfrensi tentang Afghanistan yang dilaksanakan tanggal 28 januari 2010, di London. Amerika menjadi salah satu aktor yang menyebabkan konflik secara sporadis di Negara tersebut. Invasi yang terjadi menyebabkan gerakan-gerakan militan yang semakin meluas, dan konflik antar etnis yang semakin terbuka, invasi juga mengakibatkan korban jiwa yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, sehingga menambah panjang daftar korban perang di Afghanistan.
b. Uni SovietUni Soviet merupakan Negara dengan basis ideologi Komunis terbesar didunia. Ideologi tersebut berusaha di sebarkan ke seluruh Negara didunia dengan menggunakan berbagai macam cara.Uni Soviet juga terkenal dengan kekuatan militer dan Jajahannya. salah satu Negara yang ditaklukan Uni Soviet adalah Afghanistan. Penyebaran Soviet awal dari Angkatan Darat ke-40 di Afghanistan dimulai pada tanggal 24 Desember 1979 dengan pemimpin Soviet Leonid Brezhnev. Penarikan pasukan terakhir dimulai pada tanggal 15 Mei 1988, dan berakhir pada tanggal 15 Februari 1989 dengan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev.
• Aktor-Aktor Lain yang ikut mempengaruhia. PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa)PBB yang tidak menghalangi langkah Amerika untuk menginvasi Afghanistan, walaupun dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa persetujuan Dewan Keamanan tetap PBB. Oleh karena itu PBB menjadi salah satu penyebab secara tidak langsung terjadinya koflik kepentingan kekuasaan di Afghanistan pasca invasi Amerika ke Afghanistan, walaupun sebelum Invasi Amerika ke Afghanistan, Negara tersebut te;ah mengalami dan sedang mengalami konflik bersenjata.
ii. Kondisi Sosial Masyarakat• SejarahAfghanistan adalah wilayah tua yang dulu pernah dikunjungi oleh Iskanadar Zulkarnain atau referensi Barat menyebutnya Alexander The Great, atau Aleksander Agung. Iskandar Zulkarnain menguasai daerah tersebut pada kira-kira tahun 312 SM. Raja Macedonia tersebut memperluas wilayah kekuasaannya mulai Afghanistan sampai ke Mesir dan Marroko. Sehingga Mesir yang ibukotanya Coiro dulu bernama Alexandriya, karena Aleksander Agunglah yang membangun kota Coiro atau dalam bahasa Arab Qoirah tersebut. Setelah itu, pada abad ke 12 Afghanistan pernah diserang tentara Mongol dibawah kekaisaran Jengis Khan. Setelah itu, dalam beberapa waktu berikutnya, Afghanistan jarang diperhatikan orang lagi karena wilayah geografisnya yang berbukitan. Afghanistan perlahan-lahan menjadi negara yang terisolir. Afghanistan merupakan Negara yang merdeka tanggal 19 agustus 1919 dari penjajahan Inggris (Britania Raya), sejak saat itu Afghanistan berdiri sebagai Republik Islam dengan Ibu Kota Kabul. Suku-suku di Afghanistan merupakan suku Kazakh yang tinggal di bagian selatan dan becampur dengan Persia Pasthun juga bangsa Turks. Sejak Merdeka Afghanistan selalu dilanda konflik antar suku dan perang saudara. Wilayah Afghanistan dekat dengan jalur perdagangan dunia, Jalur Sutra, Melalui kota Khyber Pass di Timur Afghanistan, dari China ke Yunani, oleh sebab itu Afghanistan menjadi negara yang ramai dikunjungi orang yang sambil berdagang. Pada Masa sebelum perang Dunia I Afgahnistan dibawah ke Khalifahan Abassyiah dan Turki Utsmani. Memasuki era Perang Dunia II, Kekhalifahan Turki Ustmani runtuh dan Turki jatuh ke tangan Barat bergabung dengan kekuatan Aliansi Jerman, Italia, Turki dan Jepang melawan Sekutu Amerika Serikat, dan Uni Sovet dan Inggris. Sampai akhirnya pihak Aliansi dikalahkan pada Perang Dunia II, dan negara yang kalah tidak diperbolehkan menguasai daerah jajahan.Sontak Afghanistan yang pada mulanya dikuasai Turki, terpaksa jatuh kepada Uni Soviet. Sejak Perang Dunia berakhir, banyak wilayah jajahan berhasil berjuang mendapatkan kemerdekaannya. Tetapi lain dengan Afghanistan, ketika dikuasai Turki, Afghanistan tidak merasa terjajah bahkan membangun bersama dan merasa bersaudara. Tetapi tidak ketika dibawah Uni Soviet. Afghanistan diperlakukan sebagai budak dan kaum terjajah. Dan sejak itu Afghanistan memperjuangkan kemerdekaan negaranya. Sampai masa perang dingin berlangsung, wilayah ini berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Uni Soviet. Perjuangan rakyat Afghanistan dalam memperoleh kemerdekaannya dikenal dengan kelompok Mujahidin. Tahun 1994, kaum Mujahidin Taliban muncul di depan publik dengan kampanye anti-korupsi, dan menegakkan syari’ah Islam, dan dikenal tegas dalam menegakkan Islam. Simpati masyarakat lebih tertuju pada Taliban yang berjanji akan menegakkan Islam apabila mereka mau mendukungnya dalam berbagi hal termasuk pelayanan kesehatan. Pada tahun 1996 Taliban mampu menggulingkan pemerintahan presiden Robbani dan Hekmatyar dan mengatur pemerintahannya sendiri, di bawah pimpinan Mullah Umar. Terhitung sejak merdeka lebih dari 17 juta rakyat Afghanistan yang tewas dan menjadi korban akibat perang suku dan perang saudara sampai dengan 2009. Selama kurun waktu lebih dari 90 tahun sejak kemerdekaan Afghanistan selalu mengalami konflik dan perang, jadi tidak heran jika mental dan keadaan sosial rakyat Afghanistan selalu dikelilingi dengan perang dan konflik.
• EkonomiAfghanistan merupakan Negara Miskin dengan sumber daya alam dan tambang yang kaya. Walaupun kaya dengan sumber-sumber alamnya, seperti minyak, bijih besi, nikel, dan bahan tambang lainnya, tetapi keadaan Negara yang kacau balau tidak dapat memanfaatkannya secara maksimal. Pendapatan perkapita Negara ini adalah US$1.490. Afghanistan sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau keras dengan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah. Menyusul perang koalisi yang dipimpin AS yang menimbulkan jatuhnya Taliban pada November 2001 dan pembentukan Otoritas Interim Afganistan (AIA) yang diakibatkan dari Persetujuan Bonn Desember 2001, usaha Internasional untuk membangun kembali Afganistan ditunjukkan di Konferensi Donor Tokyo untuk Rekonstruksi Afganistan pada Januari 2002, di mana $4,5 juta dikumpulkan untuk dana perwalian yang akan diatur oleh Bank Dunia. Wilayah prioritas untuk rekonstruksi termasuk konstruksi pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas administratif, perkembangan sektor pertanian, dan pembangunan kembali jalan, energi, dan jaringan telekomunikasi. Jumlah penduduk yang mencapai 29 juta jiwa masih hidup dibawah garis kemiskinan. Dan kemiskinan yang terjadi turut menyumbang konflik yang telah ada di Afghanistan.
• PendidikanDi Tahun 2003, diperkirakan bahwa 30% dari 7.000 sekolah Afganistan telah rusak parah selama lebih dari dua dasawarsa pendudukan Uni Soviet, perang saudara dan penguasaan Taliban. Hanya setengah dari sekolah itu dilaporkan memiliki air bersih, dengan kurang dari 40% yang diperkirakan memiliki sanitasi yang cukup. Pendidikan untuk anak lelaki bukanlah prioritas selama masa Taliban, dan anak perempuan dibuang dari sekolah.. Tingkat buta huruf keseluruhan penduduk diperkirakan 64%. Tingkat pendidikan yang kurang dinegara ini menyebabkan konflik terus berlanjut, oleh karena itu rakyatnya belum mampu mengikuti perkembangan zaman dan berjalan dengan tradisi kuno yaitu berperang.
• Faktor LainnyaPolitik, Budaya, Kondisi Sosial Masyarakat, Psikososial dan lain sebagainya juga merupakan salah satu penyebab Negara ini belum mampu bersaing secara sehat dengan Negara lain dalam berbagai bidang. Pandangan masyarakat Afghanistan adalah tentang perang yang dapat menyelesaikan berbagai macam masalah.
2. Proses Terjadinya Konflika. Konflik Antar SukuKonflik antar suku di Afghanistan telah terjadi sejak masa penjajahan Britania Raya di Aghanistan, dan terus berlanjut sampai dengan saat ini. Perebutan kekuasaan suatu wliayah menjadi permasalahan utama perang yang melibatkan etnis atau suku di Afghanistan. Kelompok Etnis Pasthun dan Etnis Tajik menjadi Kelompok Etnis yang paling Sering terlibat Peperangan Terbuka.Pemikiran-Pemikiran dasar tiap-tiap suku yang mengatakan bahwa tidak ingin dipimpin oleh suku lain mengakibatkan penolakan dan gerakan-gerakan menentang pemerintahan yang dipimpin oleh suku yang berbeda.b. Konflik PolitikKonflik Politik yang terjadi di Afghanistan sebenarnya telah terjadi selama ratusan tahun sebelum Negara ini merdeka. Konflik Politik di Negara ini biasanya melibatkan kelompok suku dan kelompok agama, sehingga penyebarannya sangat cepat dan dapat menyebabkan konflik secara terbuka.c. Konflik LainnyaSerangan Amerika terhadap Afghanitan pada tahun 2001 merupakan konflik dengan intensitas tertinggi dalam sejarah Afghanistan. Serangan yang sebenarnya ditujukan kepada kelompok Taliban yang menyembunyikan Osama Bin Laden, pemimpin kelompok Islam Radikal Al-Qaeda menyebabkan ratusan ribu rakyat Afghanistan yang tidak bersalah menjadi korban. Serangan ini juga menambah buruk kondisi Keamanan Afghanistan, yang berimbas kepada Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, dan Politik serta stabilitas Afghanistan sebagai sebuah Negara.
3. Resolusi Konflik Diplomasi preventif dan mediasi adalah cara yang efektif untuk menyelesaikan krisis dan konflik di Afghanistan.
Peranan NATO dalam penyelesaian konlflik di Afghanistanperan utama NATO di Afghanistan adalah untuk membantu Pemerintah Republik Islam Afghanistan (GIRoA) dalam berolahraga dan memperluas kewenangan dan pengaruhnya di seluruh negeri, membuka jalan bagi rekonstruksi dan pemerintahan yang efektif. NATO hal ini terutama melalui mandat PBB Bantuan Keamanan Internasional (ISAF). Sejak NATO mengambil komando ISAF di tahun 2003, Aliansi secara bertahap memperluas jangkauan misinya, awalnya terbatas ke Kabul, untuk menutupi seluruh wilayah Afghanistan. Dengan demikian, jumlah pasukan ISAF telah berkembang dari awal 5000 menjadi sekitar 120 000 pasukan dari 47 negara, termasuk semua 28 negara anggota NATO. ISAF diciptakan sesuai dengan Konferensi Bonn pada bulan Desember 2001. pemimpin oposisi Afghanistan menghadiri konferensi mulai proses merekonstruksi negara mereka dengan mendirikan struktur pemerintahan baru, yaitu Otoritas Transisi Afghan. Konsep pasukan internasional PBB yaitu untuk membantu Afghanistan yang baru dan dibentuk Pemerintahan Transisi serta mendukung rekonstruksi Afghanistan. Perjanjian ini membuka jalan untuk menciptakan kemitraan tiga arah antara Otorita Transisi Afghanistan, PBB Misi Bantuan di Afghanistan (UNAMA) dan ISAF. NATO mengambil komando ISAF.Pada tanggal 11 Agustus 2003 NATO diasumsikan kepemimpinan operasi ISAF, memutar rotasi nasional enam bulan berakhir. Aliansi menjadi bertanggung jawab atas koordinasi, komando dan perencanaan gaya, termasuk penyediaan seorang komandan pasukan dan kantor pusat di lapangan di Afghanistan. ISAF adalah komponen kunci dari keterlibatan masyarakat internasional di Afghanistan, membantu pihak berwenang Afghanistan dalam menyediakan keamanan dan stabilitas, dalam rangka menciptakan kondisi untuk rekonstruksi dan pembangunan. Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan yang relevan, ISAF membantu pemerintah Afghanistan dalam pembentukan sebuah lingkungan yang aman dan stabil. Untuk tujuan ini, personil ISAF, bersama dengan Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF), keamanan dan melakukan operasi stabilitas seluruh negeri. personil ISAF juga terlibat langsung dalam pelatihan dan pengembangan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) dan Polisi Nasional Afghanistan (ANP) melalui Pelatihan Misi NATO di Afghanistan (NTMA).ISAF melakukan operasi keamanan dan stabilitas di Afghanistan. Sebagian besar dan peningkatan operasi ini dilakukan dalam kemitraan dengan ANSF. Upaya pelatihan NATO-ISAF di Afghanistan fokus pada kebutuhan untuk secara signifikan meningkatkan kapasitas aparat keamanan Afghanistan untuk memungkinkan masyarakat internasional untuk secara bertahap menyerahkan tanggung jawab utama untuk keamanan ke Afghanistan. ISAF mengumpulkan senjata ilegal, persenjataan dan amunisi dari kelompok-kelompok bersenjata dan individu. senjata Dikumpulkan adalah katalog dan aman dimusnahkan sehingga mereka tidak lagi merupakan ancaman bagi penduduk setempat, ANSF atau ISAF personil. Camp Pasca Operasi Darurat (POERF) didirikan pada tahun 2006 untuk memberikan bantuan kemanusiaan cepat segera setelah operasi ISAF signifikan militer. Bantuan mencakup penyediaan makanan, tempat tinggal dan obat-obatan, serta memperbaiki bangunan atau infrastruktur kunci. Bantuan tersebut diberikan secara jangka pendek, dan tanggung jawab diserahkan kepada aktor sipil segera setelah keadaan memungkinkan. Dana, yang didirikan di bawah naungan Komandan ISAF (COMISAF), terdiri dari sumbangan sukarela negara-negara penghasil pasukan ISAF, NATO dan Perwakilan Senior Sipil (SCR) di Afghanistan .
Rekonstruksi & Pengembangan Melalui Tim Rekonstruksi Provinsi (PRT), ISAF mendukung rekonstruksi dan pembangunan di Afghanistan, mengamankan wilayah di mana pekerjaan rekonstruksi dilakukan oleh aktor-aktor nasional dan internasional lainnya. Apabila diperlukan, dan dalam kerjasama dan koordinasi erat dengan pemerintah Afghanistan dan wakil dari PBB di Afghanistan, ISAF juga memberikan dukungan praktis untuk pekerjaan, serta dukungan bagi upaya bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh organisasi pemerintah Afghanistan, internasional organisasi dan LSM. Menyediakan keamanan untuk mengizinkan rekonstruksi Tim-tim ini personil sipil dan militer bekerja sama untuk membantu memperluas kewenangan Pemerintah Republik Islam Afghanistan di seluruh negeri dengan menyediakan keamanan dan mendukung kegiatan rekonstruksi aktor Afghanistan, internasional, nasional dan non-pemerintah di provinsi-provinsi. Selain memberikan keamanan daerah, PRT juga menggunakan kemampuan diplomatik dan ekonomi untuk mendukung reformasi sektor keamanan, mendorong tata pemerintahan yang baik dan memungkinkan rekonstruksi dan pembangunan berjalan cepat dan baik. Sementara komponen sipil memimpin dalam aspek politik, ekonomi, kemanusiaan dan sosial, komponen militer fokus pada peningkatan keamanan dan stabilitas di daerah dan peningkatan kapasitas sektor keamanan dalam mendukung prioritas nasional dan pembangunan. komponen militer PRT juga bertugas mengarahkan bantuan kepada unsur-unsur sipil, khususnya di tingkat transportasi, bantuan medis dan rekayasa. Secara keseluruhan, berbagai macam proyek sedang berjalan, difasilitasi oleh PRT. sekolah yang dibangun kembali dengan bantuan mentoring atau insinyur ISAF, membiarkan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan mereka, saluran irigasi, jaringan pipa, reservoir dan sumur yang sedang dibangun untuk membawa air ke penduduk lokal dan petani, infrastruktur sedang diperbaiki dan / atau dibangun untuk memudahkan mobilitas dan komunikasi, dan masyarakat setempat disediakan dengan akses yang lebih besar untuk bantuan medis. Saat ini, 26 PRT beroperasi di seluruh negeri. Beberapa terdiri dari pasukan militer dan personil sipil; lainnya multinasional dengan kontribusi dari beberapa negara yang berbeda. Namun, komponen militer mereka datang di bawah komando ISAF dan dikoordinasikan oleh Komando Daerah terkait.
Bantuan Kemanusiaan Atas permintaan, Tim Rekonstruksi Provinsi membantu pemerintah Afghanistan dan aktor-aktor internasional dengan bantuan kemanusiaan. Secara khusus, tentara ISAF telah meluncurkan beberapa misi bantuan, penyebaran obat, makanan dan perlengkapan musim dingin untuk membantu penduduk desa Afghanistan mengatasi kondisi cuaca buruk di berbagai negara.
Pemerintahan ISAF, melalui Tim Rekonstruksi Provinsi, membantu pihak berwenang Afghanistan memperkuat lembaga-lembaga yang diperlukan untuk sepenuhnya membentuk pemerintahan yang baik dan supremasi hukum dan untuk memajukan hak asasi manusia. misi utama PRT dalam hal ini terdiri dari pembangunan kapasitas, mendukung pertumbuhan struktur pemerintahan dan mempromosikan lingkungan di mana pemerintahan dapat meningkatkan stabilitas dan kondisi sosial masyarakat Afghanistan.Upaya ini diperkuat oleh markas ISAF dan NATO dan Perwakilan Senior Sipil, yang bekerja untuk memfasilitasi persatuan di antara upaya sipil PRT, menghasilkan koherensi yang lebih besar dengan prioritas Agama, Suku, provinsi dan nasional Afghanistan.
Mandat ISAF Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) telah digunakan sejak tahun 2001 di bawah wewenang Dewan Keamanan PBB (DK PBB), yang berwenang pembentukan kekuatan untuk membantu pemerintah Afghanistan dalam pemeliharaan keamanan di Kabul dan sekitarnya - khususnya untuk memungkinkan pihak berwenang Afghanistan serta personil PBB untuk beroperasi di lingkungan yang aman. Pada saat itu, operasi itu terbatas pada daerah Kabul, dan perintah yang dianggap oleh negara-negara ISAF secara rotasi. Pada bulan Agustus 2003, atas permintaan PBB dan Pemerintah Republik Islam Afghanistan, NATO mengambil komando ISAF. Segera setelah itu, PBB diamanatkan ekspansi secara bertahap ISAF di luar Kabul. Meskipun tidak secara teknis pasukan PBB, ISAF memiliki mandat penegakan perdamaian di bawah Bab VII Piagam PBB. Dua belas Resolusi Dewan Keamanan PBB berkaitan dengan ISAF, yaitu: 1386, 1413, 1444, 1510, 1563, 1623, 1707, 1776, 1833, 1817, 1890 dan 1917 (pada tanggal 22 Maret 2010). Sebuah Perjanjian Teknis Militer rinci disepakati antara Komandan ISAF dan Afghanistan Pemerintahan Transisi pada bulan Januari 2002 memberikan petunjuk tambahan untuk operasi ISAF. Ini kepemimpinan baru mengatasi masalah pencarian terus-menerus untuk menemukan negara-negara baru untuk memimpin misi dan kesulitan mendirikan markas baru setiap enam bulan dalam lingkungan kompleks. Sebuah kantor pusat NATO terus juga memungkinkan negara-negara kecil, kurang mungkin untuk mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, untuk memainkan peran yang kuat dalam markas multinasional. Perluasan kehadiran ISAF di Afghanistan mandat ISAF adalah awalnya terbatas untuk menyediakan keamanan di dan sekitar Kabul. Pada bulan Oktober 2003, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperpanjang mandat ISAF untuk menutupi seluruh Afghanistan (UNSCR 1510), membuka jalan bagi perluasan misi di seluruh negeri. Konflik AfghanistanAfghanistan Telah mengalami banyak Konflik, termasuk konflik bersenjata yang berujung kekerasan dan timbulnya korban jiwa. Pada tahun 1979 Afghanistan dikuasai oleh Uni Soviet sampai dengan tahun 1989. Pada saat Uni Soviet runtuh, menjadikan Perang antar suku ataupun Perang saudara dan perang dengan tujuan politik terus melanda rakyat Afghanistan, mulai dari perang antara suku Pasthun dan Tajik, sampai dengan perang perebutan kekuasaan Politik dan militer Afghanistan oleh Al-Qaeda, Taliban dan Pemerintahan Afghanistan yang pro Barat (Karena Faktor Uni Soviet). Invasi Amerika ke Afghanistan dengan alasan Terorisme Internasional dan kejahatan Perang juga belum bisa menghentikan konflik yang terjadi di Afghanistan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar