Senin, 20 Desember 2010

Pemetaan Konflik


BAB ILATAR BELAKANG
1. Pemetaan Konflik (Conflict Maping)Pemetaan konflik merupakan salah satu teknik lanjutan untuk mengetahui lebih dalam tentang situasi konflik yang terjadi dalam masyarakat dengan menggambarkan profil secarasederhana dan mudah dipahami. Pemetaan konflik merupakan bagian penting dalam menelusuri informasi dan mengenal dinamika konflik yang terjadi di masyarakat. Sebuah konflik muncul tidak berdiri sendiri tetapi banyak variabel yang mempengaruhinya baik itu hubungan, nilai-nilai, kelembagaan, kebutuhan, perkembangan sebuah komunitas, sumber daya, kebijakan dan kepentingan politik. Kegiatan pemetaan konflik dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat dalam menggali informasi dan data geografis, peristiwa dan hubungan pemangku kepentingan sebagai bahan dalam merumuskan profil konflik yang terjadi dalam masyarakat. Dengan peta konflik akan terlihat dengan jelas rentetan peristiwa atau sejarah terjadinya konflik, konteks, wilayah geografis, sumber daya alam, isu-isu internal dan eksternal serta dinamika konflik dalam suatu wilayah tertentu. Pada umumnya, pembuatan peta konflik menggunakan teknik visualisasi grafis baik dengan sketsa, gambar, foto atau simbol-simbol lain yang menjelaskan hubungan antara isu, masalah, kelembagaan, situasi konflik yang terjadi dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Peta konflik biasanya digunakan untuk berbagai situasi baik pada saat sebelum konflik, intensitas laten, konflik terbuka atau situasi pasca konflik.
2. Afghanistan Republik Islam Afganistan adalah sebuah negara di Asia Tengah. Republik Islam Afganistan kadang-kadang digolongkan sebagai bagian dari Asia Selatan atau Timur Tengah karena kedekatannya dengan Plato Iran. Afganistan berbatasan dengan Iran di sebelah barat, Pakistan di selatan dan timur, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan di utara, dan Republik Rakyat Cina di ujung timur. Afganistan juga berbatasan dengan Kashmir, wilayah yang dipersengketakan oleh India dan Pakistan. Kini, sebuah pemerintahan sementara telah didirikan. Diketuai oleh presiden Hamid Karzai, kebanyakan anggotanya dari Aliansi Utara, dan campuran dari daerah dan kelompok etnis lainnya yang terbentuk dari pemerintahan transisi oleh Loya jirga (Dewan Agung). Mantan raja Zahir Shah yang kembali ke negeri, namun tak dikembalikan lagi sebagai raja dan hanya menjalankan kekuatan seremonial terbatas.
EkonomiAfghanistan ialah sebuah negara yang relatif miskin, sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau keras dengan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah. Menyusul perang koalisi yang dipimpin AS yang menimbulkan jatuhnya Taliban pada November 2001 dan pembentukan Otoritas Interim Afganistan (AIA) yang diakibatkan dari Persetujuan Bonn Desember 2001, usaha Internasional untuk membangun kembali Afganistan ditujukan di Konferensi Donor Tokyo untuk Rekonstruksi Afganistan pada Januari 2002, di mana $4,5 juta dikumpulkan untuk dana perwalian yang akan diatur oleh Bank Dunia. Wilayah prioritas untuk rekonstruksi termasuk konstruksi pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas administratif, perkembangan sektor pertanian, dan pembangunan kembali jalan, energi, dan jaringan telekomunikasi.
GeografiAfghanistan ialah negeri yang bergunung-gunung, walau ada dataran di utara dan barat daya. Titik tertinggi di Afghanistan, Nowshak, ialah 7485 m dpl. Bagian besar negara ini kering, dan pasokan air bersih terbatas. Afghanistan memiliki iklim tanah, dengan musim panas yang panas dan musim salju yang dingin. Negara ini sering menjadi pusat gempa bumi.
DemografiAfghanistan merupakan tempat dari sejumlah suku. Namun karena belum adanya pencacah jiwaan yang memadai, sehingga tidak diketahui pasti kondisi sebenarnya. Dan yang tersedia sekarang hanya berdasarkan perkiraan belaka. Berdasarkan catatan dari CIA World FactBook demografi suku di Afghanistan adalah sebagai berikut : Pashto 42%, terpusat di bagian timur dan selatan Afghanistan; Tajik 27% berpusat di bagian utara dan Kabul; Hazara 9% berpusat di Afghanistan tengah termasuk Bamiyan; Uzbek 9%; Aimak4%; Turkmen 3%; Baluchi 2% dan sisanya 4% yang Mencius Wakhidan Kyrgyz. Menurut agama orang Afganistan kebanyakan adalah Muslim Sunni (80%), Muslim Syi'ah (19%), dan lainnya (1%).PendidikanDi Tahun 2003, diperkirakan bahwa 30% dari 7.000 sekolah Afganistan telah rusak parah selama lebih dari 2 dasawarsa pendudukan Uni Soviet, perang saudara dan penguasaan Taliban. Hanya setengah dari sekolah itu dilaporkan memiliki air bersih, dengan kurang dari 40% yang diperkirakan memiliki sanitasi yang cukup. Pendidikan untuk anak lelaki bukanlah prioritas selama masa Taliban, dan anak perempuan dibuang dari sekolah.Sampai 4 juta anak Afganistan, kemungkinan jumlah terbesar, dipercaya telah telah mendaftar untuk kelas untuk tahun-tahun sekolah yang mulai pada Maret 2003. Tingkat buta huruf keseluruhan penduduk diperkirakan 64%.
Latar Belakang Konflika. Faktor-faktor yang mempengaruhi Konfliki. Aktor• Aktor Primera. Suku- Suku di AfghanistanAfghanistan memiliki Suku-Suku yang berbeda (Heterogen). Suku-Suku tersebut berdiri sesuai dengan wilayah sendiri-sendiri, tetapi penyebaran yang terjadi menjadi tidak seimbang saat penyebaran suku bertabrakan dengan pembagian wilayah atau provinsi masing-masing daerah. Hal tersebut menyebabkan banyak gesekan yang terjadi antar Suku dan seringkali menyebabkan peperangan secara terbuka. Pengaruh Politik juga mengambil alih peranan dalam konflik suku ini, karena kekuasaan menjadi latar belakang utama dalam konflik ini.
b. Al-QaedaAl-Qaeda (القاعدة,) adalah suatu organisasi paramiliter fundamentalis Islam Sunni yang salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi pengaruh luar terhadap kepentingan Islam. Al-Qaeda digolongkan sebagai organisasi teroris internasional oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, PBB, Britania Raya, Kanada, Australia, dan beberapa negara lain. Walaupun secara filosofis anggotanya bersifat heterogen, sebagian besar anggota berpengaruh dari organisasi ini dianggap mengikuti manhaj Salafi (ajaran islam sunni).
c. TalibanGerakan Taliban, atau Taleban (طالبان طالب )adalah gerakan nasionalis Islam Sunni pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001. Taliban adalah Mahasiswa yang berada di Afghanistan dan Pakistan yang membentuk kelompok hasil didikan Mujahidin-mujahidin Afghanistan. Cikal bakal Taliban sebenarnya sudah lama ada, tetapi gerakannya baru muncul setelah Kabul direbut tentara Mujahidin pada tanggal 25 April 1992, ketika Rejim Najibullah yang pro dan bawahan Uni Soviet berhasil disingkirkan.Ketika sampai tahun 1994 para Mujahidin di kubu Robbani dan Ahmad Syah Mas’ud berlawanan dengan kubu Hekmatyar yang perdana Mentri itu. Ketika itulah Taliban beraksi muncul di depan Publik dengan kampanye anti Korupsi, dan menegakkan syari’ah Islam, dan dikenal tegas dalam menegakkan Islam.Simpati masyarakat lebih tertuju pada Taliban yang berjanji akan menegakkan Islam apabilah mereka mau mendukungnya dalam berbagi hal termasuk pelayanan kesehatan.Pada tahun 1996 Taliban mampu menggulingkan pemerintahan presiden Robbani dan Hekmatyar dan mengatur pemerintahannya sendiri, dibawah pimpinan Mullah Umar. Kelompok ini mendapat pengakuan diplomatik hanya dari tiga negara: Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi, serta pemerintah Republik Chechnya Ichkeria yang tidak diakui dunia. Anggota-anggota paling berpengaruh dari Taliban, termasuk Mullah Mohammed Omar. pemimpin gerakan ini, adalah mullah desa (pelajar yunior agama Islam), yang sebagian besar belajar di madrasah di Pakistan. Gerakan ini terutama berasal dari Pashtun di Afganistan, serta Provinsi Perbatasan Barat Laut (North-West Frontier Province, NWFP) di Pakistan, dan juga mencakup banyak sukarelawan dari Arab, Eurasia, serta Asia Selatan. Pemerintahan Taliban digulingkan oleh Amerika Serikat karena dituduh melindungi pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden yang juga dituduh Washington mendalangi serangan terhadap menara kembar WTC, New York pada tanggal 11 September 2001. Invasi ini dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2001 dengan secara mengejutkan pihak taliban langsung keluar dari ibukota Afganistan, Kabul sehingga pihak amerika relatif cepat dan mudah menguasainya.Taliban adalah Gerakan Islam Radikal yang juga menentang pendudukan Uni Soviet dan Ideologi Komunis di Afghanistan. Taliban berdiri menjadi kelompok Politik dan Militer yang sangat kuat. Setelah Pendudukan Uni Soviet di Afghanistan runtuh, Taliban menjadi pengganti tunggal kekuasaan di Negara tersebut. Sikap tertutup dan menentang Negara-Negara Barat menjadikan kelompok ini dianggap teroris dan berbahaya.
d. Kelompok Islam MujahidinKelompok Mujahidin Afghanistan dan kelompok yang bukan Mujahidin di tahun 1990 dikenal beberapa kelompok:Kelompok Mujahidin Hizbil Islami yang dipimpin oleh Ir. Gulbudin Hekmatyar Kelompok ini dikenal Solid dan Gencar melawan Penjajah Uni soviet, merupakan kelompok terbesar di Afghanistan yang mewakili etnik Fastun di wilayah itu. Kelompok Mujahidin Jami’at al Islami yang dipimpin oleh Prof. Burhannuddin Rabbani Kelompok terbesar kedua diwilayah ini. Kelompok ini pejuang yang konsisten dalam perebut kemerdekaan dan Jihad, kelompok ini mewakili etnis Tajik. Kelompok Mujahidin Ittihadul Islami yang dipimpin oleh Prof. Abdur Rabbi ar Rasul Sayaf, kelompok ini juga memperkuat perjuangan Mujahidin Muslim Afghanistan dalam berjuang agar terbebas dari penjajah Komunis, Uni Soviet. Kelompok Syi’ah Hizb (Partai) wahdat dipimpin oleh Mujadidi Kelompok Milisi Dostum (Komunis) dipimpin oleh Jaelani Kelompok Mujahidin Hizbil Islamipimpinan Yunus Khalis. Konflik antar Kelompok Mujahidin terjadi setelah Mujahidin menguasai Kabul dan Uni Soviet meninggalkan Afghanistan, pada 25 April 1992. Justru sa’at-sa’at menentukan kemerdekaan Afghanistan terjadi konflik internal antar kelompok Mujahidin disebabkan banyak lobi dan kepentingan Internasional agar Afghanistan terbentuk seperti kelompok Internasional mau, kalau tidak dibiarkan Afghanistan kacau. Walau demikian kesepakatan sempat terwujud dengan pengangkatan Prof. Burhanuddin Robbani sebagai presiden Afghanistan dan Ir. Gulbudin Hekmateyar sebagai perdana mentrinya, sebagai suatu kesepakatan yang terbentuk berdasarkan perjanjian di Peshawar Pakistan. Setelah diangkat Robbani sebagai presiden dan Hekmateyar sebagai Perdana Mentri maka perjanjian kesepakatan berlanjut dengan perjanjian Islam abad yang menghasilkan 8 butir kesepakatan. Tapi konflik tetap berlangsung karena Hekmateyar tidak mengakui kekuasaan Robbani dalam mengatur kabinet.
e. Pemerintahan AfghanistanPemerintahan Afghanistan yang mandiri secara resmi dan diakui oleh PBB adalah pemerintahan yang terbentuk pasca invasi Amerika ke Afghanistan, dengan Presiden terpilih adalah Hamid Karzai.Pemerintahan Afghanistan sebelumnya merupakan pemerintahan yang berjalan berdasarkan campur tangan Uni Soviet dan Gerakan Radikal.
Aktor Sekundera. Amerika SerikatPada tahun 2001 Tentara Amerika Serikat menyerang kota Kabul dan kota itu hancur lebur dengan tuduhan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Ladin disembunyikan oleh Taliban.Osama bin Ladin dan Mullah Umar tidak pernah ditemukan oleh Amerika Serikat pada pertempuran tersebut.Suatu pemerintahan presedium dibentuk oleh Amerika Serikat. Dalam presidium itu kelompok Mujahidin dan Taliban tidak diikut sertakan. Yang hadir dalam presidium itu adalah Amerika Serikat dan Sekutunya, kelompok Syi’ah, kelompok Komunis dan Sosialis. Dengan penjagaan yang ketat oleh tentara Amerika Serikat dan Sekutu presiden terpilih menuai protes, melakasanakan tugasnya, walau tanpa dukungan.Kini negara-negara Internasional terutama sekutu Amerika Serikat berupaya memformat Afghanistan sesuai dengan bentuk dalam Konfrensi tentang Afghanistan yang dilaksanakan tanggal 28 januari 2010, di London. Amerika menjadi salah satu aktor yang menyebabkan konflik secara sporadis di Negara tersebut. Invasi yang terjadi menyebabkan gerakan-gerakan militan yang semakin meluas, dan konflik antar etnis yang semakin terbuka, invasi juga mengakibatkan korban jiwa yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, sehingga menambah panjang daftar korban perang di Afghanistan.
b. Uni SovietUni Soviet merupakan Negara dengan basis ideologi Komunis terbesar didunia. Ideologi tersebut berusaha di sebarkan ke seluruh Negara didunia dengan menggunakan berbagai macam cara.Uni Soviet juga terkenal dengan kekuatan militer dan Jajahannya. salah satu Negara yang ditaklukan Uni Soviet adalah Afghanistan. Penyebaran Soviet awal dari Angkatan Darat ke-40 di Afghanistan dimulai pada tanggal 24 Desember 1979 dengan pemimpin Soviet Leonid Brezhnev. Penarikan pasukan terakhir dimulai pada tanggal 15 Mei 1988, dan berakhir pada tanggal 15 Februari 1989 dengan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev.
• Aktor-Aktor Lain yang ikut mempengaruhia. PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa)PBB yang tidak menghalangi langkah Amerika untuk menginvasi Afghanistan, walaupun dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa persetujuan Dewan Keamanan tetap PBB. Oleh karena itu PBB menjadi salah satu penyebab secara tidak langsung terjadinya koflik kepentingan kekuasaan di Afghanistan pasca invasi Amerika ke Afghanistan, walaupun sebelum Invasi Amerika ke Afghanistan, Negara tersebut te;ah mengalami dan sedang mengalami konflik bersenjata.
ii. Kondisi Sosial Masyarakat• SejarahAfghanistan adalah wilayah tua yang dulu pernah dikunjungi oleh Iskanadar Zulkarnain atau referensi Barat menyebutnya Alexander The Great, atau Aleksander Agung. Iskandar Zulkarnain menguasai daerah tersebut pada kira-kira tahun 312 SM. Raja Macedonia tersebut memperluas wilayah kekuasaannya mulai Afghanistan sampai ke Mesir dan Marroko. Sehingga Mesir yang ibukotanya Coiro dulu bernama Alexandriya, karena Aleksander Agunglah yang membangun kota Coiro atau dalam bahasa Arab Qoirah tersebut. Setelah itu, pada abad ke 12 Afghanistan pernah diserang tentara Mongol dibawah kekaisaran Jengis Khan. Setelah itu, dalam beberapa waktu berikutnya, Afghanistan jarang diperhatikan orang lagi karena wilayah geografisnya yang berbukitan. Afghanistan perlahan-lahan menjadi negara yang terisolir. Afghanistan merupakan Negara yang merdeka tanggal 19 agustus 1919 dari penjajahan Inggris (Britania Raya), sejak saat itu Afghanistan berdiri sebagai Republik Islam dengan Ibu Kota Kabul. Suku-suku di Afghanistan merupakan suku Kazakh yang tinggal di bagian selatan dan becampur dengan Persia Pasthun juga bangsa Turks. Sejak Merdeka Afghanistan selalu dilanda konflik antar suku dan perang saudara. Wilayah Afghanistan dekat dengan jalur perdagangan dunia, Jalur Sutra, Melalui kota Khyber Pass di Timur Afghanistan, dari China ke Yunani, oleh sebab itu Afghanistan menjadi negara yang ramai dikunjungi orang yang sambil berdagang. Pada Masa sebelum perang Dunia I Afgahnistan dibawah ke Khalifahan Abassyiah dan Turki Utsmani. Memasuki era Perang Dunia II, Kekhalifahan Turki Ustmani runtuh dan Turki jatuh ke tangan Barat bergabung dengan kekuatan Aliansi Jerman, Italia, Turki dan Jepang melawan Sekutu Amerika Serikat, dan Uni Sovet dan Inggris. Sampai akhirnya pihak Aliansi dikalahkan pada Perang Dunia II, dan negara yang kalah tidak diperbolehkan menguasai daerah jajahan.Sontak Afghanistan yang pada mulanya dikuasai Turki, terpaksa jatuh kepada Uni Soviet. Sejak Perang Dunia berakhir, banyak wilayah jajahan berhasil berjuang mendapatkan kemerdekaannya. Tetapi lain dengan Afghanistan, ketika dikuasai Turki, Afghanistan tidak merasa terjajah bahkan membangun bersama dan merasa bersaudara. Tetapi tidak ketika dibawah Uni Soviet. Afghanistan diperlakukan sebagai budak dan kaum terjajah. Dan sejak itu Afghanistan memperjuangkan kemerdekaan negaranya. Sampai masa perang dingin berlangsung, wilayah ini berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Uni Soviet. Perjuangan rakyat Afghanistan dalam memperoleh kemerdekaannya dikenal dengan kelompok Mujahidin. Tahun 1994, kaum Mujahidin Taliban muncul di depan publik dengan kampanye anti-korupsi, dan menegakkan syari’ah Islam, dan dikenal tegas dalam menegakkan Islam. Simpati masyarakat lebih tertuju pada Taliban yang berjanji akan menegakkan Islam apabila mereka mau mendukungnya dalam berbagi hal termasuk pelayanan kesehatan. Pada tahun 1996 Taliban mampu menggulingkan pemerintahan presiden Robbani dan Hekmatyar dan mengatur pemerintahannya sendiri, di bawah pimpinan Mullah Umar. Terhitung sejak merdeka lebih dari 17 juta rakyat Afghanistan yang tewas dan menjadi korban akibat perang suku dan perang saudara sampai dengan 2009. Selama kurun waktu lebih dari 90 tahun sejak kemerdekaan Afghanistan selalu mengalami konflik dan perang, jadi tidak heran jika mental dan keadaan sosial rakyat Afghanistan selalu dikelilingi dengan perang dan konflik.
• EkonomiAfghanistan merupakan Negara Miskin dengan sumber daya alam dan tambang yang kaya. Walaupun kaya dengan sumber-sumber alamnya, seperti minyak, bijih besi, nikel, dan bahan tambang lainnya, tetapi keadaan Negara yang kacau balau tidak dapat memanfaatkannya secara maksimal. Pendapatan perkapita Negara ini adalah US$1.490. Afghanistan sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau keras dengan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah. Menyusul perang koalisi yang dipimpin AS yang menimbulkan jatuhnya Taliban pada November 2001 dan pembentukan Otoritas Interim Afganistan (AIA) yang diakibatkan dari Persetujuan Bonn Desember 2001, usaha Internasional untuk membangun kembali Afganistan ditunjukkan di Konferensi Donor Tokyo untuk Rekonstruksi Afganistan pada Januari 2002, di mana $4,5 juta dikumpulkan untuk dana perwalian yang akan diatur oleh Bank Dunia. Wilayah prioritas untuk rekonstruksi termasuk konstruksi pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas administratif, perkembangan sektor pertanian, dan pembangunan kembali jalan, energi, dan jaringan telekomunikasi. Jumlah penduduk yang mencapai 29 juta jiwa masih hidup dibawah garis kemiskinan. Dan kemiskinan yang terjadi turut menyumbang konflik yang telah ada di Afghanistan.
• PendidikanDi Tahun 2003, diperkirakan bahwa 30% dari 7.000 sekolah Afganistan telah rusak parah selama lebih dari dua dasawarsa pendudukan Uni Soviet, perang saudara dan penguasaan Taliban. Hanya setengah dari sekolah itu dilaporkan memiliki air bersih, dengan kurang dari 40% yang diperkirakan memiliki sanitasi yang cukup. Pendidikan untuk anak lelaki bukanlah prioritas selama masa Taliban, dan anak perempuan dibuang dari sekolah.. Tingkat buta huruf keseluruhan penduduk diperkirakan 64%. Tingkat pendidikan yang kurang dinegara ini menyebabkan konflik terus berlanjut, oleh karena itu rakyatnya belum mampu mengikuti perkembangan zaman dan berjalan dengan tradisi kuno yaitu berperang.
• Faktor LainnyaPolitik, Budaya, Kondisi Sosial Masyarakat, Psikososial dan lain sebagainya juga merupakan salah satu penyebab Negara ini belum mampu bersaing secara sehat dengan Negara lain dalam berbagai bidang. Pandangan masyarakat Afghanistan adalah tentang perang yang dapat menyelesaikan berbagai macam masalah.
2. Proses Terjadinya Konflika. Konflik Antar SukuKonflik antar suku di Afghanistan telah terjadi sejak masa penjajahan Britania Raya di Aghanistan, dan terus berlanjut sampai dengan saat ini. Perebutan kekuasaan suatu wliayah menjadi permasalahan utama perang yang melibatkan etnis atau suku di Afghanistan. Kelompok Etnis Pasthun dan Etnis Tajik menjadi Kelompok Etnis yang paling Sering terlibat Peperangan Terbuka.Pemikiran-Pemikiran dasar tiap-tiap suku yang mengatakan bahwa tidak ingin dipimpin oleh suku lain mengakibatkan penolakan dan gerakan-gerakan menentang pemerintahan yang dipimpin oleh suku yang berbeda.b. Konflik PolitikKonflik Politik yang terjadi di Afghanistan sebenarnya telah terjadi selama ratusan tahun sebelum Negara ini merdeka. Konflik Politik di Negara ini biasanya melibatkan kelompok suku dan kelompok agama, sehingga penyebarannya sangat cepat dan dapat menyebabkan konflik secara terbuka.c. Konflik LainnyaSerangan Amerika terhadap Afghanitan pada tahun 2001 merupakan konflik dengan intensitas tertinggi dalam sejarah Afghanistan. Serangan yang sebenarnya ditujukan kepada kelompok Taliban yang menyembunyikan Osama Bin Laden, pemimpin kelompok Islam Radikal Al-Qaeda menyebabkan ratusan ribu rakyat Afghanistan yang tidak bersalah menjadi korban. Serangan ini juga menambah buruk kondisi Keamanan Afghanistan, yang berimbas kepada Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, dan Politik serta stabilitas Afghanistan sebagai sebuah Negara.
3. Resolusi Konflik Diplomasi preventif dan mediasi adalah cara yang efektif untuk menyelesaikan krisis dan konflik di Afghanistan.
Peranan NATO dalam penyelesaian konlflik di Afghanistanperan utama NATO di Afghanistan adalah untuk membantu Pemerintah Republik Islam Afghanistan (GIRoA) dalam berolahraga dan memperluas kewenangan dan pengaruhnya di seluruh negeri, membuka jalan bagi rekonstruksi dan pemerintahan yang efektif. NATO hal ini terutama melalui mandat PBB Bantuan Keamanan Internasional (ISAF). Sejak NATO mengambil komando ISAF di tahun 2003, Aliansi secara bertahap memperluas jangkauan misinya, awalnya terbatas ke Kabul, untuk menutupi seluruh wilayah Afghanistan. Dengan demikian, jumlah pasukan ISAF telah berkembang dari awal 5000 menjadi sekitar 120 000 pasukan dari 47 negara, termasuk semua 28 negara anggota NATO. ISAF diciptakan sesuai dengan Konferensi Bonn pada bulan Desember 2001. pemimpin oposisi Afghanistan menghadiri konferensi mulai proses merekonstruksi negara mereka dengan mendirikan struktur pemerintahan baru, yaitu Otoritas Transisi Afghan. Konsep pasukan internasional PBB yaitu untuk membantu Afghanistan yang baru dan dibentuk Pemerintahan Transisi serta mendukung rekonstruksi Afghanistan. Perjanjian ini membuka jalan untuk menciptakan kemitraan tiga arah antara Otorita Transisi Afghanistan, PBB Misi Bantuan di Afghanistan (UNAMA) dan ISAF. NATO mengambil komando ISAF.Pada tanggal 11 Agustus 2003 NATO diasumsikan kepemimpinan operasi ISAF, memutar rotasi nasional enam bulan berakhir. Aliansi menjadi bertanggung jawab atas koordinasi, komando dan perencanaan gaya, termasuk penyediaan seorang komandan pasukan dan kantor pusat di lapangan di Afghanistan. ISAF adalah komponen kunci dari keterlibatan masyarakat internasional di Afghanistan, membantu pihak berwenang Afghanistan dalam menyediakan keamanan dan stabilitas, dalam rangka menciptakan kondisi untuk rekonstruksi dan pembangunan. Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan yang relevan, ISAF membantu pemerintah Afghanistan dalam pembentukan sebuah lingkungan yang aman dan stabil. Untuk tujuan ini, personil ISAF, bersama dengan Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF), keamanan dan melakukan operasi stabilitas seluruh negeri. personil ISAF juga terlibat langsung dalam pelatihan dan pengembangan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) dan Polisi Nasional Afghanistan (ANP) melalui Pelatihan Misi NATO di Afghanistan (NTMA).ISAF melakukan operasi keamanan dan stabilitas di Afghanistan. Sebagian besar dan peningkatan operasi ini dilakukan dalam kemitraan dengan ANSF. Upaya pelatihan NATO-ISAF di Afghanistan fokus pada kebutuhan untuk secara signifikan meningkatkan kapasitas aparat keamanan Afghanistan untuk memungkinkan masyarakat internasional untuk secara bertahap menyerahkan tanggung jawab utama untuk keamanan ke Afghanistan. ISAF mengumpulkan senjata ilegal, persenjataan dan amunisi dari kelompok-kelompok bersenjata dan individu. senjata Dikumpulkan adalah katalog dan aman dimusnahkan sehingga mereka tidak lagi merupakan ancaman bagi penduduk setempat, ANSF atau ISAF personil. Camp Pasca Operasi Darurat (POERF) didirikan pada tahun 2006 untuk memberikan bantuan kemanusiaan cepat segera setelah operasi ISAF signifikan militer. Bantuan mencakup penyediaan makanan, tempat tinggal dan obat-obatan, serta memperbaiki bangunan atau infrastruktur kunci. Bantuan tersebut diberikan secara jangka pendek, dan tanggung jawab diserahkan kepada aktor sipil segera setelah keadaan memungkinkan. Dana, yang didirikan di bawah naungan Komandan ISAF (COMISAF), terdiri dari sumbangan sukarela negara-negara penghasil pasukan ISAF, NATO dan Perwakilan Senior Sipil (SCR) di Afghanistan .
Rekonstruksi & Pengembangan Melalui Tim Rekonstruksi Provinsi (PRT), ISAF mendukung rekonstruksi dan pembangunan di Afghanistan, mengamankan wilayah di mana pekerjaan rekonstruksi dilakukan oleh aktor-aktor nasional dan internasional lainnya. Apabila diperlukan, dan dalam kerjasama dan koordinasi erat dengan pemerintah Afghanistan dan wakil dari PBB di Afghanistan, ISAF juga memberikan dukungan praktis untuk pekerjaan, serta dukungan bagi upaya bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh organisasi pemerintah Afghanistan, internasional organisasi dan LSM. Menyediakan keamanan untuk mengizinkan rekonstruksi Tim-tim ini personil sipil dan militer bekerja sama untuk membantu memperluas kewenangan Pemerintah Republik Islam Afghanistan di seluruh negeri dengan menyediakan keamanan dan mendukung kegiatan rekonstruksi aktor Afghanistan, internasional, nasional dan non-pemerintah di provinsi-provinsi. Selain memberikan keamanan daerah, PRT juga menggunakan kemampuan diplomatik dan ekonomi untuk mendukung reformasi sektor keamanan, mendorong tata pemerintahan yang baik dan memungkinkan rekonstruksi dan pembangunan berjalan cepat dan baik. Sementara komponen sipil memimpin dalam aspek politik, ekonomi, kemanusiaan dan sosial, komponen militer fokus pada peningkatan keamanan dan stabilitas di daerah dan peningkatan kapasitas sektor keamanan dalam mendukung prioritas nasional dan pembangunan. komponen militer PRT juga bertugas mengarahkan bantuan kepada unsur-unsur sipil, khususnya di tingkat transportasi, bantuan medis dan rekayasa. Secara keseluruhan, berbagai macam proyek sedang berjalan, difasilitasi oleh PRT. sekolah yang dibangun kembali dengan bantuan mentoring atau insinyur ISAF, membiarkan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan mereka, saluran irigasi, jaringan pipa, reservoir dan sumur yang sedang dibangun untuk membawa air ke penduduk lokal dan petani, infrastruktur sedang diperbaiki dan / atau dibangun untuk memudahkan mobilitas dan komunikasi, dan masyarakat setempat disediakan dengan akses yang lebih besar untuk bantuan medis. Saat ini, 26 PRT beroperasi di seluruh negeri. Beberapa terdiri dari pasukan militer dan personil sipil; lainnya multinasional dengan kontribusi dari beberapa negara yang berbeda. Namun, komponen militer mereka datang di bawah komando ISAF dan dikoordinasikan oleh Komando Daerah terkait.
Bantuan Kemanusiaan Atas permintaan, Tim Rekonstruksi Provinsi membantu pemerintah Afghanistan dan aktor-aktor internasional dengan bantuan kemanusiaan. Secara khusus, tentara ISAF telah meluncurkan beberapa misi bantuan, penyebaran obat, makanan dan perlengkapan musim dingin untuk membantu penduduk desa Afghanistan mengatasi kondisi cuaca buruk di berbagai negara.
Pemerintahan ISAF, melalui Tim Rekonstruksi Provinsi, membantu pihak berwenang Afghanistan memperkuat lembaga-lembaga yang diperlukan untuk sepenuhnya membentuk pemerintahan yang baik dan supremasi hukum dan untuk memajukan hak asasi manusia. misi utama PRT dalam hal ini terdiri dari pembangunan kapasitas, mendukung pertumbuhan struktur pemerintahan dan mempromosikan lingkungan di mana pemerintahan dapat meningkatkan stabilitas dan kondisi sosial masyarakat Afghanistan.Upaya ini diperkuat oleh markas ISAF dan NATO dan Perwakilan Senior Sipil, yang bekerja untuk memfasilitasi persatuan di antara upaya sipil PRT, menghasilkan koherensi yang lebih besar dengan prioritas Agama, Suku, provinsi dan nasional Afghanistan.
Mandat ISAF Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) telah digunakan sejak tahun 2001 di bawah wewenang Dewan Keamanan PBB (DK PBB), yang berwenang pembentukan kekuatan untuk membantu pemerintah Afghanistan dalam pemeliharaan keamanan di Kabul dan sekitarnya - khususnya untuk memungkinkan pihak berwenang Afghanistan serta personil PBB untuk beroperasi di lingkungan yang aman. Pada saat itu, operasi itu terbatas pada daerah Kabul, dan perintah yang dianggap oleh negara-negara ISAF secara rotasi. Pada bulan Agustus 2003, atas permintaan PBB dan Pemerintah Republik Islam Afghanistan, NATO mengambil komando ISAF. Segera setelah itu, PBB diamanatkan ekspansi secara bertahap ISAF di luar Kabul. Meskipun tidak secara teknis pasukan PBB, ISAF memiliki mandat penegakan perdamaian di bawah Bab VII Piagam PBB. Dua belas Resolusi Dewan Keamanan PBB berkaitan dengan ISAF, yaitu: 1386, 1413, 1444, 1510, 1563, 1623, 1707, 1776, 1833, 1817, 1890 dan 1917 (pada tanggal 22 Maret 2010). Sebuah Perjanjian Teknis Militer rinci disepakati antara Komandan ISAF dan Afghanistan Pemerintahan Transisi pada bulan Januari 2002 memberikan petunjuk tambahan untuk operasi ISAF. Ini kepemimpinan baru mengatasi masalah pencarian terus-menerus untuk menemukan negara-negara baru untuk memimpin misi dan kesulitan mendirikan markas baru setiap enam bulan dalam lingkungan kompleks. Sebuah kantor pusat NATO terus juga memungkinkan negara-negara kecil, kurang mungkin untuk mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, untuk memainkan peran yang kuat dalam markas multinasional. Perluasan kehadiran ISAF di Afghanistan mandat ISAF adalah awalnya terbatas untuk menyediakan keamanan di dan sekitar Kabul. Pada bulan Oktober 2003, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperpanjang mandat ISAF untuk menutupi seluruh Afghanistan (UNSCR 1510), membuka jalan bagi perluasan misi di seluruh negeri. Konflik AfghanistanAfghanistan Telah mengalami banyak Konflik, termasuk konflik bersenjata yang berujung kekerasan dan timbulnya korban jiwa. Pada tahun 1979 Afghanistan dikuasai oleh Uni Soviet sampai dengan tahun 1989. Pada saat Uni Soviet runtuh, menjadikan Perang antar suku ataupun Perang saudara dan perang dengan tujuan politik terus melanda rakyat Afghanistan, mulai dari perang antara suku Pasthun dan Tajik, sampai dengan perang perebutan kekuasaan Politik dan militer Afghanistan oleh Al-Qaeda, Taliban dan Pemerintahan Afghanistan yang pro Barat (Karena Faktor Uni Soviet). Invasi Amerika ke Afghanistan dengan alasan Terorisme Internasional dan kejahatan Perang juga belum bisa menghentikan konflik yang terjadi di Afghanistan

Minggu, 19 Desember 2010

Hubungan Kerjasama Negara-negara kecil kawasan asia selatan

Latar Belakang
Asia Selatan adalah sebuah wilayah geopolitik di bagian selatan benua Asia, terdiri dari daerah-daerah di dan sekitar anak benua India. Wilayah ini dibatasi oleh Asia Barat, Tengah, Timur, dan Tenggara. Wilayah Asia Selatan meliputi 10% luas benua Asia, kira-kira 4.480.000 km² tetapi populasinya mencakup 40% populasi Asia. Kebanyakan dari daerah itu mendapat pengaruh budaya India.
Kawasan Asia Selatan merupakan kawasan yang terdiri dari IndiaPakistan, BangladeshSri Lanka,  dan tiga negara kecil yaitu Nepal, Maladewa, dan  Bhutan. Seluruh Negara-negara tersebut memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, namun sayangnya tidak dikelola secara baik yang mengakibatkan banyak kasus konflik horizontal yang bersifat ekonomi, politik, sosial, dan budaya di tiap-tiap negara tersebut. Berangkat dari konflik-konflik itulah dibutuhakn suatu organisasi regional untuk mewadahi tiap-tiap negara Asia Selatan demi mewujudkan kawasan yang terintegrasi dan demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang maksimal, kesejahteraan rakyatnya, dan perdamaian di tiap-tiap negara. Maka pada tanggal 8 Desember 1985 dibentuklah The South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC). Demi untuk mempercepat investasi lintas-perbatasan di wilayah itu, yang akan memacu perkembangan ekonomi semua negara anggota, munculah “Kawasan Perdagangan Bebas Asia Selatan” atau South Asian Free Trade Area (SAFTA)
Negara-negara anggota SAARC mengharapkan bahwa dengan terciptanya suatu kawasan perdagangan bebas dapat membantu dan menolong mereka dalam aspek ekonomi terutama dalam era globalisasi seperti ini. Dengan adanya perdagangan bebas diharapkan dapat meningkatkan kegiatan perekonomian di kawasan regional Asia Selatan.



PEMBAHASAN

Bhutan
Bhutan adalah sebuah negara kecil di Asia Selatan yang berbentuk Kerajaan dan dikenal dengan Negeri Naga Guntur. Wilayahnya terhimpit antara India dan Republik Rakyat Cina. Nama lokal negara ini adalah Druk Yul, artinya "Negara Naga". Gambar nagapun didapati di benderanya. Pemerintahan yang dijalankan dengan kekuasaan monarki absolut. Secara historis, Bhutan dikenal dengan banyak nama, seperti 'Lho Mon' (Negeri Kegelapan dari Selatan), 'Lho Tsendenjong' (Negeri Cendana dari Selatan), 'Lhomen Khazhi' (Negeri Empat Tujuan dari Selatan), dan 'Lho Men Jong' (Negeri Obat Tumbuhan dari Selatan).
Sepanjang dasawarsa terakhir, politik Bhutan terjadi dalam kerangka monarki absolut yang berkembang menjadi monarki konstitusional. Pada 1999, raja ke-4 Bhutan menciptakan badan 10 anggota yang disebut Lhengye Zhungtshog (Dewan Menteri). Raja Bhutan adalah kepala negara. Kekuasaan eksekutif dilaksanakan oleh Lhengye Zhungtshog, dewan menteri. Kekuasaan legislatif dipegang oleh pemerintah dan Majelis Nasional. Pada tahun 2008, Bhutan menciptakan sejarah dengan memperkenalkan demokrasi parlementer, sehingga kerja-kerja berubah dan partai politik kini resmi. Dalam sistem baru ini terdapat parlemen yang terdiri dari majelis tinggi dan majelis rendah — anggota majelis rendah terafiliasi dengan partai-partai politik. Pemilihan anggota majelis tinggi dilaksanakan untuk pertama kalinya pada Desember 2007 sementara pemilihan anggota majelis rendah dilaksanakan pada Maret 2008. Partai Perdamaian dan Kesejahteraan Bhutan memenangi pemilihan majelis rendah dengan meraih 44 dari 47 kursi. Kekuasaan peradilan dilaksanakan di semua pengadilan Bhutan. Jaksa Agung ialah kepala administratif peradilan. Saat warganya dipandang bebas bepergian keluar negeri, Bhutan sering tak terjangkau orang asing. Kesalahan gambaran meluas bahwa Bhutan telah membatasi visa turis, tarif yang tinggi, dan permintaan pergi dengan tur paket nampaknya menciptakan kesan ini.


Pakaian tradisional buat lelaki Ngalong and Sharchop adalah gho, jubah sepanjang lutut yang diikatkan di pinggang dengan sabuk pakaian yang dikenal sebagai kera. Wanita mengenakan gaun sepanjang pergelangan kaki, kira, yang dijepit di bahu dan diikatkan di pinggang. Kira dipadukan dengan blus lengan panjang, toego, yang dikenakan di bawah lapisan luar. Kedudukan dan kelas sosial menentukan tekstur, warna, dan dekorasi yang menghiasi pakaian.
Selendang dan syal juga penanda kedudukan sosial, karena secara tradisional Bhutan adalah masyarakat feodal. Anting-anting dikenakan oleh wanita. Yang menjadi perdebatan, kini hukum Bhutan mengizinkan pakaian ini buat semua warganya. Nasi, dan lebih banyak lagi jagung, adalah makanan pokok negeri itu. Makanan di perbukitan kaya akan protein karena konsumsi daging, khususnya unggas, yak and daging sapi. Sup daging, nasi, dan sayuran yang dikeringkan yang dibumbui dengan cabai dan keju adalah makanan favorit selama musim dingin. Makanan susu, khususnya mentega dan keju dari yak dan sapi, juga terkenal, dan memang hampir semua susu diubah menjadi mentega dan keju. Minuman terkenal termasuk teh mentega, teh, anggur nasi yang dimasak dan bir. Bhutan adalah satu-satunya negara di dunia yang telah melarang rokoq dan penjualan tembakau.

Ekonomi Bhutan
Meski menjadi salah satu yang terkecil di dunia, ekonomi Bhutan telah berkembang pesat sekitar 8% pada 2005 dan 14% pada 2006. Per Maret 2006, pendapatan per kapita Bhutan adalah US$1.321 yang membuatnya tertinggi di Asia Selatan. Standar hidup Bhutan berkembang dan merupakan salah satu yang terbaik di Asia Selatan. Ekonomi Bhutan adalah salah satu yang terkecil dan kurang berkembang di dunia, yang berbasispertanian, kehutanan, dan penjualan PLTA ke India. Pertanian menyediakan mata pencaharian buat lebih dari 80% penduduk. Praktek agraria sebagian besar terdiri atas pertanian subsisten danpeternakan hewan. Kerajinan tangan, khususnya menjahit dan produksi seni keagamaan untuk altar rumah merupakan industri kecil milik rakyat dan sumber sekian pendapatan.

Sektor industri amat minim, produksinya termasuk jenis industri rakyat. Sebagian besar proyek pembangunan, seperti konstruksi jalan, brsandar pada buruh kontrak India. Produk pertanian antara lain beras, lombok, produk dari dairy (yak), soba, gerst, panenan akar, apel, dan pohon jeruk di ketinggian rendah. Industri lain seperti semen, produksi kayu, buah-buahan yang diproses, MiRas, dan kalsium karbida.
Ekspor Bhutan, khususnya listrik, kapulaga, gips, kayu, kerajinan tangan, semen, buah, batu mulia dan rempah-rempah.  Barang utama yang diimpor termasuk bahan bakar dan minyak pelumas, gabah, mesin, kendaraan, pabrik, dan nasi.
Mitra ekspor utama Bhutan adalah India, terhitung sekitar 87,9% barang ekspornya. Bangladesh (4,6%) dan Philipina (2%) ialah mitra ekspor terpentingnya setelah India. Karena perbatasannya dengan Tibet ditutup, perdagangan antara Bhutan dan RRC hampir tiada. Mitra impor Bhutan adalah India (71,3%), Jepang (7,8%) dan Austria (3%).

Nepal
Nepal, terletak di Himalaya, adalah sebuah negara di Asia Selatan yang berbatasan dengan Republik Rakyat Cina (Daerah Otonomi Tibet) di sebelah utara dan India di barat, timur, dan selatan. Meskipun luas wilayahnya kecil, negara memiliki delapan dari sepuluh puncak tertinggi dunia, termasuk Gunung Everest dekat perbatasan Tiongkok. Hingga tahun 2006 Nepal merupakan satu-satunya kerajaan Hindu di dunia. Pada tahun 2006 parlemen Nepal menyatakan Nepal diubah menjadi negara sekuler. Pada 28 Mei 2008, Nepal mengganti sistem pemerintahannya dari kerajaan yang sudah bertahan selama 250 tahun menjadi republik sehingga secara resmi nama "Kerajaan Nepal" pun berubah menjadi "Republik Nepal". Nepal terbagi menjadi 14 zona dan 75 distrik yang dikelompokkan menjadi lima zona pengembangan. Setiap distrik dikepalai oleh kepala distrik bertanggung jawab untuk menjaga hukum dan ketertiban serta mengkoordinasi kerja dinas-dinas pemerintah.


Ekonomi Nepal
Nepal, di bawah perjanjian perdagangan bilateral dengan India, di masa lalu telah diberikan bebas bea masuk atau preferensial. Namun, India-Nepal terbaru Perjanjian Perdagangan, ditandatangani Maret 2002, sementara itu masih terus mengizinkan Nepal manufaktur untuk memasuki pasar India pada dasar non-timbal balik, preferensial atau tugas-bebas, dengan aturan asal kurang membatasi dari internasional norma (produsen Nepal dapat memiliki hingga 70% konten asing bukan sebuah norma internasional kurang dari 50%), India ditempatkan kuota pada empat impor sensitif: lemak nabati, benang akrilik, produk tembaga, dan oksida besi, semua pada volume rendah dari Nepal baru-baru ini ekspor ke India.

Pada tahun 1995, Nepal bergabung dengan tujuh anggota Asosiasi Kerjasama Regional Asia Selatan (SAARC), dan telah meratifikasi Asia Selatan SAARC Preferential Trading Arrangement (SAPTA). Dalam SAPTA, anggota telah sepakat untuk sekitar 5000 pengurangan tarif di antara dua atau lebih anggota. Namun, rencana untuk membentuk kawasan perdagangan bebas dengan 2002 telah tertunda. Nepal telah diterapkan untuk aksesi ke Organisasi Perdagangan Dunia dan menyerahkan memorandum yang diperlukan pada rezim perdagangan luar negeri pada bulan Juni 1998. Pertemuan pertama Partai Kerja pada bulan Mei 2000 dan negosiasi akses pasar dimulai pada bulan September 2000. Pertemuan kedua Partai Kerja diadakan pada bulan September 2002, tetapi harapan untuk aksesi ke WTO pada akhir tahun 2002 belum ter
ealisasi.
Penyelundupan substansial melintasi perbatasan India, terutama pada barang-barang kayu, tenaga kerja, peralatan konstruksi, mata uang dan senjata. Penyelundupan emas dianggap sangat besar. Catatan resmi menunjukkan impor besar dari emas, tetapi ekspor sedikit emas, meskipun diketahui bahwa sebagian besar impor emas ini ditujukan untuk pasar India. upaya terbaru untuk memerangi penyelundupan tampaknya memiliki setidaknya berubah mode dominan dari laki-laki mengemudi truk dan bus untuk individu, banyak wanita dan anak-anak, mengemudi sepeda.
Undang-undang Bea Cukai tahun 1997 berusaha untuk menyederhanakan prosedur adat, tetapi sudah ada keluhan gigih tentang kesenjangan antara kebijakan dan praktek, khususnya dalam hal penundaan dan penilaian sewenang-wenang. Di bawah program reformasi ekonomi untuk Tahun Anggaran 2002/03, pemerintah telah mengumumkan niat untuk memperkenalkan audit pasca-izin sebagai alat untuk mengurangi keluhan tentang evaluasi pabean.
Bea dan tugas merupakan sumber prinsip dari pendapatan dalam negeri. Impor tarif umumnya dinilai secara ad valorem, dengan tugas berkisar dari 0% sampai 140%. Sebagian besar produk primer, termasuk hewan hidup dan ikan, termasuk bebas bea. Mesin dan barang yang berhubungan dengan kebutuhan dasar dikenakan biaya 5%. Tugas impor pertanian yang tetap pada tahun 2003 sebesar 10%. Rokok dan minuman beralkohol dikenakan biaya sebesar 100%, meskipun minuman beralkohol dengan lebih dari 60% alkohol dilarang sama sekali. impor dilarang lainnya termasuk obat-obatan narkotika dan daging sapi dan produk daging sapi.
Produk yang dapat diimpor hanya di bawah lisensi khusus meliputi senjata, amunisi, dan bahan peledak, dan peralatan komunikasi, termasuk komputer, TV, VCR, dan-talkie talkie. logam berharga dan perhiasan dilarang kecuali dalam peraturan tas dan bagasi. Menurut Bank Dunia, Nepal tarif pajak tingkat rata-rata pada tahun 2000, data terbaru yang tersedia, adalah 17,7%. Rata-rata ini mungkin meningkat pada tahun 2001 dan 2002 karena "biaya tambahan keamanan" dikenakan pada impor paling tidak ada biaya khusus dinilai atas barang dengan tingkat tarif kurang dari 2,5%. Untuk barang dengan tugas yang dibebankan sampai 5%, biaya tambahan itu 1%, dan untuk semua orang dengan tugas di atas 5%, biaya tambahan adalah sebesar 3%.
Biaya layanan ekspor 0,5% dan ada tugas ekspor sayuran dan barang-barang plastik dari 2 sampai 10%. Dilarang ekspor termasuk artefak arkeologi dan agama; satwa liar terkendali; narkotika, senjata, amunisi dan bahan peledak; bahan baku industri, bahan baku impor, bagian dan barang modal, dan kayu dan log. Sejak 1960, menurut prosedur pengembalian tugas (DRP), India telah dikembalikan ke Nepal tugas cukai dikenakan pada ekspor ke Nepal. Barang impor dari India diberikan potongan penerapan ad valorem sebesar 10% pada tingkat tarif hingga 40% dan 7% dari harga di atas 40%.

Maladewa
Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol di Samudra Hindia. Maladewa terletak di sebelah selatan-barat daya India, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka. Negara ini memiliki 26 atol yang terbagi menjadi 20 atol administratif dan 1 kota. Malé, ibu kota Maladewa, adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall), bangunan, dan kendaraan yang parkir di jalan. Gugusan pulau di Maladewa selain kecil-kecil, juga dangkal dengan hamparan pasir di pantainya dominan putih, sehingga flora dan fauna maupun terumbu karang sekitar pantainya tampak terlihat cukup jelas.

Ekonomi Maladewa
Maladewa tidaklah sesubur dan sekaya dengan negara Indonesia namun karena potensi yang cukup jelas tersebut kemudian pengembangan sebagai kawasan wisata bahari dimulai sekitar tahun 1971-an, dengan dibuat `master plan` dengan sistem sewa. Investor menyewa dan boleh membangun fasilitas wisata di atas lautan sekitarnya, sementara daratannya yang mungil untuk fasilitas penunjang.
Pulau disewa tersebut umumnya tidak berpenghuni dan yang telah dibangun fasilitas wisata sebanyak 86 pulau. Menurut sebuah surat kabar dalam situs internet http//www.gatra.com menjelaskan bahwa:"Penghasilan negara kecil ini (devisa) setiap tahun sekitar 600 juta dolar AS, 70 persen merupakan peran pariwisata bahari ini secara langsung maupun tidak langsung, devisa dari kehadiran sekitar 600 ribu wisatawan yang didominasi oleh asing setiap tahun tersebut, untuk ukuran negara kecil seperti Maladewa nominalnya tergolong cukup besar”.
Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004, dilaporkan gelombang setinggi 1-3 meter menyapu Maladewa. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan, bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera.. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini, 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut.. Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini, sementara hampir sepertiga dari 300.000 penduduk kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, atau infrastruktur lokal lainnya. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1.000 juta; nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur, armada perikanan, harta pribadi, pariwisata, dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan, dan 12% berasal dari perikanan karang. Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998.

Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik, gangguan pasokan air bersih, kerusakan pada pelabuhan dan dermaga, erosi daerah pesisir, dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian.
Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah, pasir dan laut di sekeliling kepulauan. Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut. Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami. Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir. Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya system peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif. Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang, sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang.



Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor, terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar. Selain itu, teripang, hiu (bagian siripnya), dan ikan hias diambil untuk diekspor. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang, yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama. Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci, tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1.200 jenis biota telah ditemukan, membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya.

Hubungan Kerjasama Bhutan, Maladewa dan Nepal
Hubungan kerjasama Bhutan, maladewa dan Nepal dapat kita lihat dengan adanya perjanjian multilateral yang dilakukan oleh ketiga Negara dan diharapkan dapat mengeksplorasi kemungkinan kesempatan untuk meningkatkan perdagangan bilateral, dimana pembicaraan perdagangan akan mencakup isu-isu mengenai daftar produk ekspor dari ketiga negara. The two parties will also discuss on the modality for the formal trade treaty that could be later on developed as various preferential treatment required for the bilateral trade, according to Surya Prasad Silwal, Joint Secretary at the Ministry of Commerce and Supplies in Nepal.Kedua pihak juga akan membahas tentang modalitas untuk perjanjian perdagangan formal yang dapat kemudian dikembangkan menjadi berbagai perlakuan istimewa yang dibutuhkan untuk perdagangan bilateral. Selain itu isu-isu mengenai rute perdagangan dan prosedur bisnis juga akan dibahas dalam pertemuan di bulan November. Meskipun selama ini perdagangan yang dilakukan antara Bhutan dan Nepal hanyalah sebuah perdagangan informal. Untuk itulah dilakukannya perdangan formal yang merupakan prasyarat karena akan menguntungkan kedua negara, untuk mengurangi tarif maslah ekspor dan impor.
Although trading practices are prevalent between Bhutan and Nepal, it has no concession since it is an informal trade relation.Selain itu, spenandatangan SAFTA (Asia Selatan Perjanjian Perdagangan Bebas), dimana kedua negara ini bisa melakukan perdagangan di bawah SAFTA. “So far we have not had a formal trade with Nepal, but we can tSejauh ini Bhutan's export to Nepal during 2008-09 was around Nu 300 billion whereas Bhutan's import from Nepal was at Nu 200 million, according to reports. Bhutan ekspor ke Nepal selama 2008-2009 sekitar 300 miliar Rupiah sedangkan impor Bhutan dari Nepal berada di 200 juta, menurut laporan. Bhutan and Nepal also signed an agreement in 2004 to increase the number of flights between Paro and Kathmandu from twice a week to seven flights a weeBhutan dan Nepal juga menandatangani perjanjian pada tahun 2004 untuk meningkatkan jumlah penerbangan antara Paro dan Kathmandu dari dua kali seminggu untuk tujuh penerbangan seminggu.
Kerja sama Ekonomi juga dibangun dalam bentuk organisasi Asosiasi Asia Selatan yaitu Kerjasama Regional (SAARC). SAARC adalah organisasi Negara-negara Asia Selatan yang bergerak dalam bidang ekonomi, SAARC didirikan pada tahun 1985 dan didedikasikan untuk, teknologi, sosial, dan budaya pembangunan ekonomi kolektif menekankan kemandirian. Its seven founding members are Bangladesh , Bhutan , India , the Maldives , Nepal , Pakistan , and Sri Lanka . Afghanistan joined the organization in 2007. anggota pendiri adalah Bangladesh , Bhutan , India , Maladewa , Nepal , Pakistan , dan Sri Lanka . sedangkan Afghanistan bergabung dengan organisasi tersebut pada tahun 2007. Meetings of heads of state are usually scheduled annually; meetings of foreign secretaries, twice annually. Pertemuan kepala negara biasanya dijadwalkan setiap tahun; rapat sekretaris asing, dua kali per tahun. Headquarters are in Kathmandu, Nepal. Markas berada di Kathmandu, Nepal.
The objectives of the Association as defined in the Charter are: [ 2 ] Tujuan dari SAARC sebagaimana didefinisikan dalam Piagam adalah:
  • to promote the welfare of the people of South Asia and to improve their quality of life;meningkatkan kesejahteraan masyarakat Asia Selatan dan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka;
  • to accelerate economic growth, social progress and cultural development in the region and to provide all individuals the opportunity to live in dignity and to realize their full potential;mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pembangunan budaya di kawasan dan untuk menyediakan semua individu kesempatan untuk hidup secara terhormat dan untuk menyadari mereka penuh potensial;
  • to promote and strengthen collective self-reliance among the countries of South Asia;mempromosikan dan memperkuat kemandirian kolektif antara negara-negara Asia Selatan;
  • to contribute to mutual trust, understanding and appreciation of one another's problems;memberikan kontribusi untuk saling kepercayaan, saling pengertian dan apresiasi terhadap satu sama lain masalah
  • to promote active collaboration and mutual assistance in the economic, social, cultural, technical and scientific fields;meningkatkan kerjasama aktif dan saling membantu di bidang ekonomi, sosial, budaya, teknis dan ilmiah
  • to strengthen cooperation with other developing countriesmemperkuat kerjasama dengan negara-negara berkembang lainnya;
  • to strengthen cooperation among themselves in international forums on matters of common interest; andmemperkuat kerjasama di antara mereka sendiri di forum internasional tentang hal-hal yang menjadi kepentingan bersama
  • to cooperate with international and regional organisations with similar aims and purposes.bekerja sama dengan organisasi internasional dan regional dengan tujuan yang sama dan tujuan.



Kesimpulan
Sejauh ini hubungan ekonomi antara Negara-negara kecil kawasan asia selatan hanya berlangsung secara non-formal dengan pihak swasta sebagai pelaku ekonomi yang utama, sampai dengan adanya pembentukan asosiasi ekonomi dan perdagangan di kawasan tersebut.
Pembentukan hubungan kerjasama melalui asosiasi merupakan langkah yang utama agar peran pemerintah sebagai pemegang kuasa ekonomi tertinggi dapat terwujud.
Kerja sama yang dibentuk melalui hubungan ekonomi negara-negara kecil Asia Selatan baik melalui SAFTA dan SAARC terbukti dapat meningkatkan perekonomian Negara-negara tersebut.
Peningkatan hubungan kerja sama juga dilakukan melalui perjanjian ekonomi bilateral antar Negara-negara kecil tersebut. Hubungan kerjasama antar Negara-negara kecil Asia Selatan yang bersifat bilateral, tanpa melalui forum seperti SAARC, dan SAFTA lebih terbuka, karena pengaruh India sebagai Negara Besar di Asia Selatan tidak terlalu berpengaruh. Hubungan kerja sama antara Negara-negara di Asia Selatan tidak pernah lepas dari politisasi India sebagai Negara dengan Ekonomi dan militer paling kuat di kawasan tersebut.